lyrics
Di balik riuh suara bel sekolah yang berdering,
Mataku tertuju pada bangku pojok yang sering kau isi.
Pura-pura baca buku, padahal hati sedang berpaling,
Menunggumu lewat dengan tawa yang selalu bikin rindu ini bersemi.
Dunia terasa berhenti setiap kali kita tak sengaja berpapasan,
Hanya ada debar di dada dan nama yang tertulis di sampul belakang.
Kita bicara lewat coretan pulpen di meja kayu tua,
Tentang tugas matematika yang sulit atau guru yang hobi bercanda.
Tak ada janji mewah, hanya sekadar pulang bareng naik sepeda,
Atau berbagi es teh manis saat matahari tepat di atas kepala.
Sederhana memang, tapi rasanya lebih luas dari lapangan upacara,
Cinta seragam putih-biru yang tak peduli masa depan arahnya ke mana.
Kini lorong-lorong itu mulai terasa sepi dan melambat,
Sesaat sebelum perpisahan datang membawa kita ke jalan berbeda.
Aku simpan rapi memorimu dalam lembar buku yang sudah berdebu hebat,
Tentang rasa yang pernah mekar di antara ruang kelas dan tawa.
Mungkin nanti kita akan lupa rumus kimia yang pernah kita pelajari,
Tapi harum parfummu di seragam ini, takkan pernah sanggup kualihkan lagi.
音乐风格
Pop, Joy, Calmness, Male Voice, 80-120 BPM