가사
(Bait 1)
Di negeri yang mengalir sungai-sungai zamrud,
Jalanan yang dulu penuh gelak tawa, kini berbisik pelan,
Suara-suara masa lalu memanggil melalui kabut,
Tempat mimpi terjalin bagai sinar lembut matahari.
(Chorus)
Oh Indonesia, hati yang berapi-api dan anggun,
Melalui badai yang kita hadapi, kita akan menemukan tempat kita,
Dalam bayang-bayang kesedihan, kita tetap bangkit,
Dengan cinta sebagai baju zirah kita, kita akan mengejar langit.
(Bait 2)
Anak-anak dengan mimpi tertulis di mata mereka,
Mengejar fajar, mengejar bintang-bintang di langit,
Namun beban dunia mencoba menjatuhkan mereka,
Namun dalam tawa mereka, harapan masih dapat ditemukan.
(Chorus)
Oh Indonesia, hati yang berapi-api dan anggun,
Melalui badai yang kita hadapi, kita akan menemukan tempat kita,
Dalam bayang-bayang kesedihan, kita tetap bangkit,
Dengan cinta sebagai baju zirah kita, kita akan mengejar langit.
(Jembatan)
Bersama-sama kita berdiri, bergandengan tangan kita akan berjuang,
Melalui kegelapan kita akan tersandung, dan mencari cahaya,
Karena setiap air mata yang jatuh, adalah benih untuk hari esok,
Di taman ketahanan, kita akan mekar tanpa kesedihan.
(Bait 3)
Bangkit dari abu, seekor burung Garuda terbang,
Melukis masa depan kita dengan warna-warna yang begitu cerah,
Suara bersatu, kita akan bernyanyi di tengah rasa sakit,
Dalam permadani waktu, harapan akan tetap ada.
(Chorus)
Oh Indonesia, hati yang berapi-api dan anggun,
Melalui badai yang kita hadapi, kita akan menemukan tempat kita,
Dalam bayang-bayang kesedihan, kita tetap bangkit,
Dengan cinta sebagai baju zirah kita, kita akan mengejar langit.
(Outro)
Jadi, inilah saat-saat itu, pahit dan manis,
Dalam setiap detak jantung, kita menolak untuk mundur,
Karena bersama-sama kita akan melakukan perjalanan, melalui masa-masa indah dan buruk,
Di tanah impian kita, semangat kita masih tumbuh.