[Intro]
[Piano, soft rain ambience]
Ting... ting...
[Verse 1]
Di jendela kelas ini... sa masih duduk sendiri
Pukon wandirik... kenapa ko pergi begitu?
Meja kayu ini masih ada nama kita
Apsika darek... tapi ko sudah tidak ada
[Chorus]
Ninong botom... ko jauh di sana
Botom pinonga... sa di sini sendiri
Seraro... seraro...
Air mata jatuh, tidak bisa tahan lagi
Sekolah pukon... jadi saksi cinta ini
[Verse 2]
Hujan turun di pegunungan Bintang
Sama seperti hati sa yang menangis
Dulu ko bilang "sa tidak akan pergi"
Tapi sekarang... ko hilang di kabut pagi
[Bridge]
[Piano only]
Kalau saja waktu bisa kembali...
Sa mau ulang lagi di sekolah itu...
Wandirik... apsika...
Jangan pergi... jangan pergi...
[Chorus Terakhir]
Sekolah pukon wandirik... (ohhh)
Apsika darek ninong... (ohhh)
Botom pinonga seraro... sa masih sayang ko...
[Outro]
[Piano fades, lingering quiet]
Seraro... seraro...
[Intro] [Piano, soft rain ambience] Ting... ting... [Verse 1] Di jendela kelas ini... sa masih duduk sendiri Pukon wandirik... kenapa ko pergi begitu? Meja kayu ini masih ada nama kita Apsika darek... tapi ko sudah tidak ada [Chorus] Ninong botom... ko jauh di sana Botom pinonga... sa di sini sendiri Seraro... seraro... Air mata jatuh, tidak bisa tahan lagi Sekolah pukon... jadi saksi cinta ini [Verse 2] Hujan turun di pegunungan Bintang Sama seperti hati sa yang menangis Dulu ko bilang "sa tidak akan pergi" Tapi sekarang... ko hilang di kabut pagi [Bridge] [Piano only] Kalau saja waktu bisa kembali... Sa mau ulang lagi di sekolah itu... Wandirik... apsika... Jangan pergi... jangan pergi... [Chorus Terakhir] Sekolah pukon wandirik... (ohhh) Apsika darek ninong... (ohhh) Botom pinonga seraro... sa masih sayang ko... [Outro] [Piano fades, lingering quiet] Seraro... seraro...음악 스타일
Indonesian acoustic heartbreak ballad, 65 BPM, intimate fragile male vocal with near-whispered verses and restrained tea