歌詞
[(Intro)(Dimulai dengan petikan gitar clean yang reverb-nya tebal, nada-nada minor yang melankolis. Setelah 4 bar, drum masuk dengan hentakan pelan, disusul distorsi gitar yang meledak dalam riff sinkopasi berat.)]
[Verse 1]
saat malam itu tiba...
Pilihan bukan hanya satu
Tenang bukan lagi sahabat
Mencari arti di balik bisikan![(Vokal dimulai dengan nada rendah, berat, dan penuh vibrato)]
[Pre-Chorus]
Jenuh dengan rutinitas ku..
tanpa sadar tanpa henti-hentinya![(Gitar mulai melakukan ‘chugging’ palm-mute yang membangun tensi)]
[Chorus]
Hidup ini jalan berdebu!
Kadang mendaki, kadang berliku
Tak perlu lari, atau buru-buru
Cukup melangkah mengikuti rindu[(Vokal belting, drum menggunakan double-bass bertenaga)]
[Verse 2]
Dompet tipis, tapi hatiku yang luas
Kerja keras biar jiwa tak cemas
Ada tawa diWarung, ada suka di jalan
Semua bagian dari satu beban[Bass lebih menonjol di sini, memberikan groove yang dalam]
[Chorus]
Hidup itu jalan berdebu!
Kadang mendaki, kadang berliku
Tak perlu lari, atau buru-buru
Cukup melangkah mengikuti rindu...
[Bridge - Solo Gitar](Tempo melambat sejenak ke arah atmosferik, lalu bluesy yang emosional] Jika hujan datang, biar saja basah..
Yakinlah tuhan menguji kita..
[Final Chorus]
Hidup ini jalan berdebu!
Kadang mendaki, kadang berliku
Tak perlu lari, atau buru-buru
Cukup melangkah mengikuti rindu...
[Outro]
Nikmati semua ini!
Jalani saja!
Hanya itu yang kita punya!
[(Lagu diakhiri dengan riff gitar yang sangat berat/breakdown dan diakhiri dengan satu feedback panjang dari amplifier.)]