歌詞
Sejak malam itu
setelah para nelayan tua pulang
ombak mengantar pesan
menulis di pasir pantai
kalian membawa ajal-
ke tempat tidurku.
Madah kepedihan di awan,
di puncak bukit
dan di puncak harapan.
Sejak malam itu
badai mengirim pelajaran
tentang kehormatan dan kemuliaan
ke ruang tapaku tanpa nyanyian
maka kalian bisikan
malaikat telah mati pagi tadi-
Angin laut mengantarkan malam
masuk dan menari-nari
ke tengah kota-kota yang kumuh
Pinggir pantai yang lengang
orang-orang mengejar matahari senja
lalu terkubur ke dalam lautan.
Pelancong mencari takdir
dan menawanku jadi budak
jadi, takdir apa yang ada di kota sekarang ini?
Ah. Kehormatan dan kemuliaan
tak terpajang di etalase toko.
Ombak dan kota sama-sama
sebagai sebuah kehormatan dan kemuliaan
maka berlututlah pada kedalamannya.