Sejak malam itu setelah para nelayan tua pulang ombak mengantar pesan menulis di pasir pantai kalian membawa ajal- ke tempat tidurku. Madah kepedihan di awan, di puncak bukit dan di puncak harapan.
Sejak malam itu badai mengirim pelajaran tentang kehormatan dan kemuliaan ke ruang tapaku tanpa nyanyian maka kalian bisikan malaikat telah mati pagi tadi-
Angin laut mengantarkan malam masuk dan menari-nari ke tengah kota-kota yang kumuh
Pinggir pantai yang lengang orang-orang mengejar matahari senja lalu terkubur ke dalam lautan.
Pelancong mencari takdir dan menawanku jadi budak jadi, takdir apa yang ada di kota sekarang ini? Ah. Kehormatan dan kemuliaan tak terpajang di etalase toko.
Ombak dan kota sama-sama sebagai sebuah kehormatan dan kemuliaan maka berlututlah pada kedalamannya.