Testi
(Verse 1)
Dalam keheningan malam, bayangan berbisik pelan,
Kenangan bagaikan siluet, mereka bertahan dalam cahaya.
Setiap tawa yang kita bagi, setiap air mata yang kita tangisi,
Sekarang aku mengemasi kepingan-kepingan itu, dengan hati yang terbuka lebar.
(Choru
aku sedih meninggalkan tempat yang kita sebut rumah ini,
Setiap sudut menyimpan cerita, setiap ruangan yang dulu aku jelajahi.
Tawa di lorong, janji-janji yang kita buat,
Tapi sekarang saatnya untuk pergi, dan membiarkan kenangan memudar.
(Bait 2)
Foto-foto di dinding, menceritakan kisah yang begitu manis,
Namun waktu terus berdetak, dan hidup takkan pernah berhenti berdetak.
Aku mendengar bisikan suaramu, menusukku bagai pisau,
Hidup dengan sakit hati ini, pertikaian yang paling manis.
(Chorus)
aku sedih meninggalkan tempat yang kita sebut rumah ini,
Setiap sudut menyimpan cerita, setiap ruangan yang dulu aku jelajahi.
Tawa di lorong, janji-janji yang kita buat,
Tapi sekarang saatnya untuk pergi, dan membiarkan kenangan memudar.
(Bridge)
Terkadang cinta berarti melepaskan,
Meski lebih menyakitkan daripada yang kutunjukkan.
Dengan setiap langkah yang kuambil,
Sebagian diriku akan selalu ada.
(Chorus)
aku sedih meninggalkan tempat yang kita sebut rumah ini,
Setiap sudut menyimpan cerita, setiap ruangan yang dulu aku jelajahi.
Tawa di lorong, janji-janji yang kita buat,
Tapi sekarang saatnya untuk pergi, dan membiarkan kenangan memudar.
(Outro)
Jadi, inilah semua momen, suka dan duka,
Aku akan membawamu bersamaku, melewati terik matahari dan hujan.
Meskipun aku sedih meninggalkan tempat ini, cinta kita takkan pernah terpisah,
Kau akan selalu memiliki sudut di ruang hatiku.