Dalszöveg
(Verse 1)
Dari jalanan kota, suara mesin menggema,
Serdadu sablon siap beraksi, tak kenal lelah,
Di bawah lampu neon, ide liar berkobar,
Di kanvas kain lusuh, terukir mimpi besar.(Pre-Chorus)
Tangan-tangan hitam, tinta dan keberanian,
Mereka bangkit dari debu, tanpa henti mencipta.(Chorus)
Serdadu sablon Surabaya,
Dengan darah dan tinta, takkan pernah padam nyala,
Di bawah terik matahari, mereka terus berperang,
Di medan sablon ini, mereka takkan pernah hilang.(Verse 2)
Denting jarum jam, serupa lagu perang,
Keringat bercucuran, di lantai workshop muram,
Dari layar ke kain, dari ide ke realitas,
Di tangan mereka, setiap helai hidup bebas.(Pre-Chorus)
Dengan setiap sapuan, mewarnai gelombang kota,
Mengubah lembar biasa, menjadi suara bertenaga.(Chorus)
Serdadu sablon Surabaya,
Dengan darah dan tinta, takkan pernah padam nyala,
Di bawah terik matahari, mereka terus berperang,
Di medan sablon ini, mereka takkan pernah hilang.(Bridge)
Tak peduli rintangan, mereka terus berjalan,
Dengan beat mesin, dan detak jantung yang seirama,
Serdadu sablon, meretas batas waktu,
Di kanvas surabaya, karya mereka membisu.(Chorus)
Serdadu sablon Surabaya,
Dengan darah dan tinta, takkan pernah padam nyala,
Di bawah terik matahari, mereka terus berperang,
Di medan sablon ini, mereka takkan pernah hilang.(Outro)
Serdadu sablon, terus beraksi,
Di Surabaya ini, mereka abadi.