[Verse 1] Tiga tahun bersemi di halaman hati ini Kau datang bawa hujan lalu tumbuh jadi pagi
Jejakmu di teras lama tak pernah benar-benar hilang Masih ada sisa tawa di sela pintu yang terang
[Pre-Chorus] Aku simpan namamu di bawah kulit doa Setiap luka mengering saat kau menoleh ke arahku
[Chorus] Tiga tahun bersemi tiga tahun kau di sini Masih aku pegang janji yang tak pergi
Tiga tahun bersemi dan aku masih berdiri Kalau kau pulang lagi aku buka hati ini
[Verse 2] Ada malam yang panjang ada ragu yang datang Tapi kau seperti akar yang tetap memeluk tanah
Kini meja yang dulu sepi penuh cangkir dan cerita Kita belajar bertahan tanpa banyak bicara
[Pre-Chorus] Aku simpan namamu di bawah kulit doa Setiap luka mengering saat kau menoleh ke arahku
[Chorus] Tiga tahun bersemi tiga tahun kau di sini Masih aku pegang janji yang tak pergi
Tiga tahun bersemi dan aku masih berdiri Kalau kau pulang lagi aku buka hati ini
[Bridge] Kalau nanti hujan turun dan jarak datang menguji Pegang saja tangan ini kita lewati lagi
Biar waktu berputar biar dunia berubah Aku tetap rumahmu di mana pun kau singgah
[Chorus] Tiga tahun bersemi tiga tahun kau di sini Masih aku pegang janji yang tak pergi
Tiga tahun bersemi dan aku masih berdiri Kalau kau pulang lagi aku buka hati ini
[Outro] Tiga tahun bersemi dan kita masih di sini Tiga tahun bersemi masih kau, masih aku, masih ini
A zene stílusa
Indonesian pop ballad with a steady mid-tempo pulse, warm acoustic guitar and soft piano; verse starts intimate and sparse, pre-chorus lifts with rising strings and layered harmony, chorus opens wide with doubled lead and singable gang vocals on the title phrase. Add a gentle drum build into each chorus, a reversed swell before the lift, and a final chorus with extra cymbal shimmer. Mix is warm, glossy, and emotionally close