[Verse 1] Terik mentari membakar tanah leluhur Di bawah naungan rimbunnya rimba hijau Langkah kaki tegap menembus jalan berliku Menjaga warisan, takkan pernah luntur
[Pre-Chorus] Di dada bersemayam semangat yang takkan padam Dari sungai besar hingga puncak pegunungan
[Chorus] Kami anak Borneo, berdiri di tanah sendiri! Membawa api semangat yang takkan pernah mati Dihempas angin zaman, diuji gelombang dunia Jiwa pejuang pribumi, selamanya membara! O-oh... takkan pernah padam! (takkan pernah padam) O-oh... darah rimba yang mengalir! (mengalir)
[Verse 2] Menyusuri arus Mahakam dan Kapuas Menjaga tradisi di tengah dunia yang lepas Bukan sekadar cerita di ujung lidah Ini harga diri, sumpah yang takkan berubah
[Pre-Chorus] Di dada bersemayam semangat yang takkan padam Dari tanah Hariantang hingga pesisir yang tenang
[Chorus] Kami anak Borneo, berdiri di tanah sendiri! Membawa api semangat yang takkan pernah mati Dihempas angin zaman, diuji gelombang dunia Jiwa pejuang pribumi, selamanya membara!
[Bridge] Tanah ini rumah kita... Napas kita, darah kita... Takkan rela tergantikan... Oleh zaman yang merusak pelan-pelan! Satu tekad! Satu suara! Borneo berjaya! (Borneo berjaya)
[Chorus] Kami anak Borneo, berdiri di tanah sendiri! Membawa api semangat yang takkan pernah mati Dihempas angin zaman, diuji gelombang dunia Jiwa pejuang pribumi, selamanya membara!
[Outro] Tanah pusaka... selamanya di dada! Pribumi Borneo!
Phong cách âm nhạc
Indonesian melodic punk, 172 BPM, driving fast straight eighths drum beat, punchy tight snare, melodic distorted guitar intro riffs, solo guitar shredding, passionate high-pitch nostalgic male vocals