Lời bài hát
Bait 1:
Di tanah suci ilmu, Lirboyo namanya,
Tempat adab tumbuh, iman dijaga.
Kiai kami pelita, penuntun langkah bangsa,
Dengan sabar menuntun yang buta nuraninya.
Bait 2:
Namun kini terdengar kata menghina,
Lisan lancang tanpa rasa dan makna.
Mereka tak tahu, siapa yang dijaga,
Ilmu dan doa para Kiai, benteng nusantara.
Reffrain:
Kami santri, kami tak akan diam,
Bukan karena marah, tapi karena sayang.
Kiai kami mulia, bukan untuk dihina,
Doanya penjaga negeri, siang dan malam.
Kami santri, tak benci, tak dendam,
Tapi adab kami tegakkan dalam salam.
Yang menghina biarlah tahu,
Lirboyo tak gentar, karena Allah yang tahu.
Bait 3:
Dari kitab kami belajar rendah hati,
Dari Kiai kami tahu makna kasih sejati.
Kami balas dengan doa dan akhlak tinggi,
Sebab marah pun ada adabnya, wahai saudari.
Reffrain (ulang dengan semangat):
Kami santri, kami tak akan diam,
Suara kami doa, bukan cercaan.
Kiai kami cahaya, bukan cerita,
Yang padam di hati yang buta rasa.
Penutup (pelan, penuh doa):
Lirboyo tetap berdiri dengan cinta,
Santri bersujud mohon ampun untuk semua.
Yang menghina semoga sadar dan paham,
Bahwa ilmu dan adab tak bisa disepelekan.
Phong cách âm nhạc
Indie Pop, tender, sharp, Anger, Dramatic Alto, 60-80 BPM