lyrics
Ternyata tak hanya di kotaku angin mampu
Menyihir kerikil sebagai gumpalan pasir
Dan menciptakan air mata terus mengalir
Di kotaku yang gersang dan datar
Angin ibarat kepala ular belukar
Runcing dan bertaring
Selalu menjulurkan lidahnya ke udara
Dan di kotamu badannya membentanq
Meliuk-liuk seperti kelokan jalan
Melingkar di sepanjang lereng bukit
Ekornya terus mengibas memangkas pepohonan
Di kota kita angin adalah kebenaran
Seperti kulit ular selalu muda
Dan telah menielma diri kita bersama