lyrics
Verse 1:
Di tengah kota yang berkilau,
Semua orang berlomba, berperang tanpa henti,
Keringat menggantung di udara,
Sialan, kenapa kita terus berdiri di sini?
Kau bilang ini untuk masa depan,
Tapi yang tersisa hanyalah jejak luka dan duka,
Dengan semangat membara, kita teriak,
Membutuhkan perubahan, meronta dalam luka.
Chorus:
Naluri kesatria, di hati kita,
Kita lawan bersama, suarakan cinta!
Jangan biarkan dunia ini terdiam,
Bebaskan jiwa, kita serang kemunafikan!
Naluri kesatria, berapi-api,
Genggam tanganku, kita ciptakan mimpi!
Sialan, kita takkan mundur,
Inilah hidup kita, mari kita berjuang!
Bridge:
Langit kelabu, bisingnya suara,
Mereka bicara, kita yang tersingkirkan,
Menghadapi rasa takut dan cemoohan,
Namun semangat kita takkan pernah pudar.
Dari jalanan ke panggung dunia,
Kita tunjukkan bahwa kita berharga,
Dengan gitar berdentum, dan suara berani,
Kita goyangkan dunia, kita adalah mimpi!
Climax:
Teriakan kita, menggema di malam,
Menyalakan api harapan, melawan semua kabut,
Sialan, ini bukan hanya kata-kata,
Ini adalah peluru, mengubah realita!
Satukan hati, takkan pernah ragu,
Ayo kita hancurkan tembok, kita adalah satu!
Chorus:
Naluri kesatria, di hati kita,
Kita lawan bersama, suarakan cinta!
Jangan biarkan dunia ini terdiam,
Bebaskan jiwa, kita serang kemunafikan!
Naluri kesatria, berapi-api,
Genggam tanganku, kita ciptakan mimpi!
Sialan, kita takkan mundur,
Inilah hidup kita, mari kita berjuang!
Outro:
Nah, dengar suara kita, takkan pernah pudar,
Naluri kesatria, akan selalu berkobar!
Dengan semangat marah dan cinta yang tulus,
Kami adalah generasi yang takkan pernah ragu,
Sialan, kita di sini, takkan berhenti,
Dalam berjuang demi cinta, bersama kita berdiri!