เนื้อเพลง
(Verse 1)
Langkahku berat, di batas kelam,
Menggenggam sisa harapan yang hampir tenggelam.
Bangkit berulang kali, namun selalu terhempas,
Takdir seolah menghantam, biarkan ku lemas!
(Pre-Chorus)
Apa salahku?! Ku teriakkan di sepi,
Mengapa dunia tak lagi peduli?
(Chorus)
Berkali ku bangkit, berkali ku runtuh,
Harapan terkubur dalam luka yang tak sembuh.
Langit membisu, menatapku luruh,
Biarkan ku tenggelam, hilang dalam getir yang rapuh.
(Verse 2)
Aku tersesat di jalan tak berujung,
Jiwa ini terperangkap dalam kehampaan yang murung.
Ku berdoa dalam sunyi yang terpendam,
Adakah dosaku hingga segalanya tenggelam?
(Pre-Chorus)
Apa dosaku?—ku menjerit tanpa henti,
Saat semua upaya hanya mati dalam sepi!
(Chorus)
Berkali ku bangkit, berkali ku jatuh,
Harapan terkubur dalam perih yang tak sembuh.
Langit tetap diam, menatapku hancur,
Biarkan ku hilang dalam gelap yang menghantui tak terukur.
(Bridge)
Apakah ini takdir, atau kutukan abadi?
Mengapa derita ini tak pernah berhenti?
Langkah ini bagaikan mimpi kosong,
Pecah sebelum ku genggam, mati sebelum hidup mengusung!
(Chorus)
Berkali ku bangkit, berkali ku runtuh,
Namun harapan terkubur dalam nyeri yang tak sembuh.
Langit tetap diam, menatapku terpasung,
Membiarku terjatuh dalam jurang yang tak berujung.
(Outro)
Jika memang harus tenggelam di gelap ini,
Berikan tanda, beri arti dalam sunyi.
Karena di balik darah yang tak lagi berhenti,
Ku mencari jawaban dalam derita tak bertepi.