Pernah kugantungkan harapku padamu Menemaniku sepanjang waktu Hingga ternyata kau menoreh luka Tak hanya sekali, seringkali kau buatku kecewa Sekadar mengaku salah saja kau tak pernah Selalu berkilah, mencari celah Aku selalu mencoba memaafkan Namun, luka malah kembali kau torehkan Aku mencari alasan untuk bersabar Menenangkan hatiku yang semakin gusar Cintaku padamu tiada terperi Membuat logikaku seolah mati Bodohnya aku terlalu berharap pada manusia. Yang seringkali hanya mengumbar sabda Ketika hati tergores luka dan kecewa Mungkin Tuhan sedang menegur kita