Text
(Intro: Melodi lembut dengan alunan gitar akustik)
Verse 1:
Di bumi pertiwi, terlahir seorang pejuang,
Ki Hadjar Dewantara, namanya terukir di kalbu.
Menentang penjajahan, dengan pena dan pikiran,
Membangun bangsa, dengan hati yang suci dan ikhlas.
Chorus:
Ing Ngarso Sung Tulodo, di depan memberi contoh,
Ing Madya Mangun Karso, di tengah membangun semangat.
Tut Wuri Handayani, di belakang memberi dorongan,
Itulah filosofinya, yang terpatri di jiwa.
Verse 2:
Anak bangsa, tunas harapan,
Berkembang di bawah naungan kasih sayang.
Merdeka dalam belajar, merdeka dalam berkarya,
Membangun negeri, dengan jiwa yang merdeka.
Chorus:
Ing Ngarso Sung Tulodo, di depan memberi contoh,
Ing Madya Mangun Karso, di tengah membangun semangat.
Tut Wuri Handayani, di belakang memberi dorongan,
Itulah filosofinya, yang terpatri di jiwa.
Bridge:
Dari Sabang sampai Merauke,
Semangat Ki Hadjar, terus berkibar.
Menjadi inspirasi, bagi setiap insan,
Untuk membangun negeri, dengan cinta dan kasih.
Chorus:
Ing Ngarso Sung Tulodo, di depan memberi contoh,
Ing Madya Mangun Karso, di tengah membangun semangat.
Tut Wuri Handayani, di belakang memberi dorongan,
Itulah filosofinya, yang terpatri di jiwa.
(Outro: Melodi perlahan dengan suara gitar akustik)
Lirik ini mencoba menyajikan filosofi Ki Hadjar Dewantara dengan cara yang lebih modern dan mudah dipahami, dengan fokus pada aspek membangun bangsa dan jiwa merdeka.