Letra da música
*Verse 1*
[instrumen]
[flute,kecapi]
Rambutmu kini memutih dimakan waktu
Keriput di wajahmu, cerita yang syahdu
Langkahmu pelan, tanganku menggenggam
Takut kau hilang ditelan malam
*Pre-Chorus*
Dulu martelo kejar mimpi sampai lupa pulang
Kini cukup duduk berdua, menghitung bintang
*Reff*
Cinta di ujung umur yang senja
Tak sebarapi dulu, tapi tak pernah sirna
Setiap detik martelo berharga
Karena besok belum tentu ada
Ku bersyukur semesta pernah mempertemukan kita
Di ujung umur yang senja
*Verse 2*
Obat di meja, foto lama di dinding
Tawamu masih sama, obat paling hening
Jika nantad martelo lebih dulu pergi
Tolong jangan tangisi lama-lama di sini
*Pre-Chorus*
Hidupkan lagu kita setiap pagi
Biar kau ingat martelo tak pernah pergi
*Reff*
Cinta di ujung umur yang senja
Tak sebarapi dulu, tapi tak pernah sirna
Setiap detik martelo berharga
Karena besok belum tentu ada
Ku bersyukur semesta pernah mempertemukan kita
Di ujung umur yang senja
*Bridge*
Bila Tuhan panggil satu di antara kita
Yang tinggal tetap jaga cinta
Sampai kita bertemu lagi di sana
Di tempat tanpa kata perpisahan
*Reff Akhir*
Cinta di ujung umur yang senja
Akan kubawa sampai ke surga
Namamu tetap kupanggil mesra
Meski ragaku sudah tak ada