tekst piosenki
[Intro]
(Instrumental intro to set a reflective, emotional mood)
[Verse 1]
Ayah, kau curahkan kasih sayangmu padaku,
Kini kau sudah dimamah usia,
Kudratmu tak lagi sehebat dulu,
Redup matamu menyimpan kerinduan,
Bibir yang dulu tersenyum kini menyembunyi penat lelah.
[Pre-Chorus]
Ayah, sekarang kau sudah tak berdaya,
Menghabiskan hari tuamu dalam tawa yang diam,
Ayah, ku ingin ucapkan terima kasih,
Namun kata-kata seolah tak cukup.
[Chorus]
Ayah, di setiap doaku terukir namamu,
Ku panjatkan syukur pada Ilahi untuk dirimu,
Ayah, hidup dan matiku hanyalah untukmu,
Semoga dirimu sentiasa baik-baik saja.
[Verse 2]
Ayah, ku rindu tawa canda seperti dulu,
Ketika kau kuat dan tegar menantang dunia,
Kini kau terbaring lemah di hadapanku,
Namun bagiku, kau tetap pahlawan yang sama.
[Pre-Chorus]
Ayah, jangan pernah merasa kau sendirian,
Setiap langkahku membawa doamu,
Setiap hembusan nafasku mengingatkanmu,
Ayah, tetaplah di sisiku walau hanya dalam doa.
[Chorus]
Ayah, di setiap doaku terukir namamu,
Ku panjatkan syukur pada Ilahi untuk dirimu,
Ayah, hidup dan matiku hanyalah untukmu,
Semoga dirimu sentiasa baik-baik saja.
[Bridge]
(Instrumental interlude with soft guitar or piano)
Ayah, bangunlah, anakmu menantimu,
Rindu suara lembu