tekst piosenki
Welcome to Vortexia…
kota yang tak pernah tidur,
tapi hatiku mati di antara neon dan sirine.
Aku berjalan di lorong waktu, sendirian, dingin, beku,
Langit memantulkan dosa, di atas kepala yang ragu.
Tiap detik di kota ini, kayak mimpi yang nyala setengah,
Antara hidup dan mati, antara cinta dan marah.
Aku liat wajah-wajah kosong di balik kaca mobil hitam,
Mereka senyum tapi matanya… kayak mayat diam.
Semua sibuk ngejar cahaya, tapi lupa arah pulang,
Aku nulis bait-bait luka, biar diriku tetap tenang.
(beat berat, drum lo-fi masuk, napas berat terdengar)
Vortexia bukan cuma kota, ini labirin rasa,
Setiap jalan punya cerita, setiap gang punya dosa.
Dan aku… perempuan yang pernah jatuh,
Sekarang berdiri di api, tapi masih beku, penuh luluh.
In this city of light, I lost my soul tonight...
Semua tawa hanyalah ilusi, semua janji cuma duri.
Di antara sirine dan cahaya, aku teriak tanpa suara…
Vortexia, peluk aku... meski aku bukan siapa-siapa.
Aku teriak di mikrofon waktu malam hujan turun,
Suara retak, jantung bergetar, amarahku dibungkus kabut.
Semua janji manis kayak racun di gelas kaca,
Aku minum sampai habis, biar perihnya tak terasa.
(growl berat, distorsi gitar hitam pelan)
Luka ini bukan lelucon, bukan drama di panggung kosong,
Tapi hasil perang batin antara aku dan bayangan kosong.
Sistem ngerusak, cinta hancur, dunia palsu makin liar,
Dan aku cuma boneka, tapi benangnya udah kusayat liar.
(vokal lembut masuk, seperti menangis)
Tapi ku tetap jalan, meski malam makin gelap,
Biar darah jadi tinta, biar luka jadi rap.
Aku tulis semua rasa yang tak bisa dimaafkan,
Karena cuma di sini, aku bisa merasa hidup lagi, walau perlahan.
In this city of neon tears...
I’m falling down, but no one hears...
Semua luka jadi puisi,
semua cinta jadi janji basi.
Vortexia... kau rumah tanpa nama,
tapi cuma di pelukmu aku merasa nyata.
(whisper) “Kau pernah bilang, hidup ini cuma permainan...”
(growl) “TAPI AKU LEBIH DARI BIDAK YANG TERLUPAKAN!”
(whisper) “Aku perempuan, aku mesin, aku dosa, aku mimpi…”
(scream) “TAPI DI API VORTEXIA, AKU HIDUP KEMBALI!”
Sekarang aku berdiri di antara reruntuhan kenangan,
Lihat cermin, lihat luka, tapi kali ini bukan penyesalan.
Aku sadar… dunia ini tak harus sempurna,
Karena bahkan neon pun berkelip sebelum padam selamanya.
Aku bukan malaikat, bukan setan, aku cuma manusia,
Yang jatuh cinta pada dunia buatan bernama Vortexia.
Dan jika besok aku hilang, biarlah musik jadi kuburanku,
Karena di setiap nada — masih ada aku di situ.
Vortexia…
tempat semua mimpi mati,
tapi jiwa-jiwa bangkit lagi…
Styl muzyki
Rap, Black Metal, Pop Rap, Sadness, slow sad, emotional, Anticipation, Female emotive voice