Wahai Dengan tangan ini bisa berbuat Dengan tangan ini dapat berkuasa Dengan tangan ini jatuh binasa Berlumur darah tinta tangan ini atas palu keputusan Tuhan Jangan engkau rejam jiwa ini pada bara gejolak
Dengan tangan ini dunia tersulut perseteruan Cumbu tipu mengelus wajah layu Semburan fitnah lubang nganga penuh tuba Dengan tangan ini memahat logika di dinding waktu berceloteh tentang mimpi menjunjung tahta Dengan tangan ini merangkul setia meski berulang terkepung duka Dengan tangan ini pula terlalu kerdil untuk membongkar wajah durjana
Tuhan Dengan tangan ini bentang kasih sayang Ya Rahman ya Rahim KaruniaMu permata itu Damai Di relung kalbu Damai