Aku Sudah Muak Bahasa Yang Indah Kata-kata tak lagi bermakna Puisi Hancur Lebur Jadi Debu Hanya isak tangis rindu padamu Aku hanya ingin bahasamu Yang dulu kau lempar padaku amarahmu lebih bermakna dari ribuan puisi yang ku suka Datanglah bapak anakmu ingin mendengarkan satu kata darimu untuk bertahan hidup menjadi lelaki tangguh meskipun ramai suara-suara di kepalaku Datanglah bapak Rindu ini diujung senapan biarkan aku berdoa dan bermimpi bersamamu di hari lelahnya diriku agar aku kembali tenang seperti dahulu aku hanya ingin bahasa seorang bapak aku sudah muak kata puisi yang ku suka ribuan kata sudah tak lagi bermakna keindahan hanya khayalan semata aku hanya ingin bahasamu bapak agar aku tangguh menjadi bapak sepertimu kelak datanglah aku merindukan kehadiranmu puisi ku tak lagi bermakna aku butuh satu kata agar puisiku kembali sempurna