[Verse 1] Di antara kita Ada jarak yang tak terjangkau Waktu yang memisahkan Membuatku tak bisa dekat Aku melihatmu Tapi tak bisa menyentuh Hanya bisa berharap
[Pre-Chorus] Setiap malam aku tulis namamu Di sela-sela doa yang ragu Kau begitu dekat di pikiranku Namun terasa jauh di pangku
[Chorus] Jarak yang tak terjangkau Menggantung kita di tengah rindu Kau ada tapi serasa semu Ku genggam bayangmu Bukan tubuhmu Jika besok kita tak bertemu Bisakah hatimu tetap di situ Di tempat pertama aku jatuh Jatuh padamu (oh-oh)
[Verse 2] Kabar darimu Datang singkat seperti hujan Belum sempat aku tenang Kau sudah menghilang lagi Aku tertawa Menutup sepi dengan pura-pura Padahal runtuh di dalam dada
[Pre-Chorus] Setiap malam aku tulis namamu Di sela-sela doa yang ragu Kau begitu dekat di pikiranku Namun terasa jauh di pangku
[Chorus] Jarak yang tak terjangkau Menggantung kita di tengah rindu Kau ada tapi serasa semu Ku genggam bayangmu Bukan tubuhmu Jika besok kita tak bertemu Bisakah hatimu tetap di situ Di tempat pertama aku jatuh Jatuh padamu (ho-oo)
[Bridge] Bilang padaku Harus sampai kapan menunggu Apakah kau juga terluka Atau hanya aku yang menjaga Kalau memang kita takkan satu Ajari aku lepaskan restuku
[Chorus] Jarak yang tak terjangkau Menggantung kita di tengah rindu Kau ada tapi serasa semu Ku genggam bayangmu Bukan tubuhmu Jika besok kita tak bertemu Biarlah kisah ini yang restu Di tempat pertama aku jatuh Kan kuserahkan Kuserahkan kamu
Stijl van muziek
pop, Modern Indonesian pop heartbreak, midtempo groove with warm electric piano, soft synth pads, and subtle guitar plucks; verses stay intimate and close-mic, pre-chorus adds rising toms and airy backing vocals, chorus blooms with wide reverb, stacked harmonies, and a catchy top-line hook; male vocals, tender but powerful, sitting upfront in a polished radio-ready mix