[Verse 1] Jika hubungan ini adalah sebuah film Mungkin kita sedang di menit terakhir Lampu meredup Dialog terdiam Tak ada lagi kata yang bisa diselamatkan
[Verse 2] Kita pernah tertawa sampai lupa pulang Berdebat kecil lalu saling memeluk Kini duduk berhadapan seperti dua asing Menahan runtuh di dalam dada yang bisu
[Chorus] Kalau ini menit terakhir Biarkan aku mengingat Cara kau menyebut namaku Tanpa marah Tanpa sesal Kalau ini adegan pamit Jangan ada yang bersujud Kita saling lepaskan pelan Sebelum layar benar-benar gelap
[Bridge] Mungkin versi lain dari kita Masih berpegangan di semesta berbeda Tapi yang di sini Harus belajar berpamitan sendiri
[Chorus] Kalau ini menit terakhir Biarkan aku mengingat Cara kau menyebut namaku Tanpa marah Tanpa sesal Kalau ini adegan pamit Jangan ada yang bersujud Kita saling lepaskan pelan Sebelum layar benar-benar gelap
Stijl van muziek
Intimate Indonesian pop ballad with soft piano intro, male vocals up close and breathy; sparse, airy pads bloom in the chorus, subtle string swells in the second verse, and a gentle tom build into a restrained, emotional climax.