[Verse 1] Gemuruh langit membawa badai yang belum jua menepi Dinginnya malam mencengkeram, namun ku tetap berdiri Sendiri di sini... bukan karena ku tak berdaya Tapi karena inilah caraku untuk menjaga
[Pre-Chorus] Walau angin memanggil namaku Walau langkah hampir jatuh Ku genggam semua yang kau titipkan Biar pecah, ku tak mundur
[Chorus] Aku menjaga, aku menjaga Di tengah badai yang tak reda Aku menjaga, aku menjaga Sampai kau tenang dan kembali nyata Aku menjaga, aku menjaga Itu sumpah yang takkan sirna
[Verse 2] Aku tahu lelah ini tak pernah meminta izin Dan seribu tanya datang saat fajar masih dingin Namun ku kenal retak ini... ku kenal jalan pulang Selama napasku masih ada, takkan ku biarkan hilang
[Pre-Chorus] Walau angin memanggil namaku Walau langkah hampir jatuh Ku genggam semua yang kau titipkan Biar pecah, ku tak mundur
[Chorus] Aku menjaga, aku menjaga Di tengah badai yang tak reda Aku menjaga, aku menjaga Sampai kau tenang dan kembali nyata Aku menjaga, aku menjaga Itu sumpah yang takkan sirna
[Bridge] Jika nanti malam jadi paling gelap Dan dunia seakan lupa arah Panggil saja namaku Ku datang melawan resah Bila kau runtuh, ku yang berdiri Bila kau lemah, ku yang menemani
[Chorus] Aku menjaga, aku menjaga Di tengah badai yang tak reda Aku menjaga, aku menjaga Sampai kau tenang dan kembali nyata Aku menjaga, aku menjaga Itu sumpah yang takkan sirna
Style of Music
Indonesian alternative pop ballad with slow-driving pulse and restrained percussion; verse opens sparse with piano and low toms, pre-chorus lifts through layered harmonies and a rising string pad, chorus lands wider with acoustic strums and a punchy drum backbeat. Lead vocal is intimate and close-mic in verses, doubled on the hook with soft gang harmonies. Ear candy includes reverse swells into the pre-chorus, a bell motif between lines, and a final chorus lift. Mix is warm, cinematic, and emotionally focused.