Di antara ribuan bintang yang bersinar, Hanya satu yang kutatap tanpa lelah. Bukan karena cahaya terangnya, Tapi karena ia menerangi jiwaku.
(Pre-Chorus) Kau hadir tak meminta balasan, Kau mencinta tanpa syarat, tanpa alasan. Dan aku tahu, di setiap detak ini, Namamu terpatri tak terganti.
(Chorus) Inilah cinta yang tak pernah pudar, Tak runtuh walau badai menghantam. Bukan janji, tapi rasa yang abadi, Kita genggam erat sampai akhir nanti. Di setiap hembusan napas terakhir, Namamu tetap kuucap penuh syukur.
(Verse 2) Bila dunia berubah jadi asing, Kita tetap berjalan beriringan. Karena cinta ini bukan sekadar kata, Ia adalah rumah yang selalu ada.
(Bridge) Kau ajarkan aku arti menerima, Bukan mencari yang sempurna. Kita mungkin tak punya segalanya, Tapi kita punya satu sama lain selamanya.
(Chorus) Inilah cinta yang tak pernah pudar, Tak runtuh walau badai menghantam. Bukan janji, tapi rasa yang abadi, Kita genggam erat sampai akhir nanti. Di setiap hembusan napas terakhir, Namamu tetap kuucap penuh syukur.
(Outro) Dan bila waktu memanggil kita pulang, Biarlah cinta ini jadi kenangan, Bahwa di dunia yang fana ini, Kita pernah memiliki cinta yang tulus abadi.