Bila detik detik adalah aroma cinta Jam kemudian teronce mesrapuspa Kalut bahagia dalam kehidupan Tanpa henti adalah gelombang penyadaran diri Bila waktu seperti pedang Pemenggal Memenggal Atau terpenggal Rawatlah kilaunya dari pamer pesona belaka Jagalah arah kibasanya dari berdarah darah pongah Asah tajamnya basuh dengan air rela welas asih Jangan ada sesal apalagi hingga meluka Lintang tenangkan mata batinmu Hingga intuisi bertuah diksi berbisik dibening hati Lentik jemarimu lahirhadirkan bayi mungil puisi Adalah waktu abadi