[Verse 1] Bila kutitipkan dukaku pada langit Pastilah langit memanggil mendung Bila kutitipkan resahku pada angin Pastilah angin menyerbu badai
Bila kutitipkan geramku pada laut Pastilah laut mengiring gelo Lalu ke mana harus kularung Semua yang bising di dalam dadaku ini
[Chorus] Kutitipkan pada siapa Kalau langit pun ikut terluka Kutitipkan pada siapa Saat angin pecah jadi amarah
Kalau laut beriak gelap Menelan segala daya Kutitipkan pada siapa Selain pada matamu yang tenang
[Verse 2] Bila kuceritakan letihku pada senja Pastilah senja cepat-cepat redup Bila kuluahkan sesalku pada tanah Pastilah tanah retak tak sanggup
Maka kubiarkan saja namamu Berputar pelan di ujung doa Mungkin di situ bebanku reda Walau tak ada satu kata terucap
[Chorus] Kutitipkan pada siapa Kalau langit pun ikut terluka Kutitipkan pada siapa Saat angin pecah jadi amarah
Kalau laut beriak gelap Menelan segala daya Kutitipkan pada siapa Selain pada matamu yang tenang
Stile di musica
Moody Indonesian ballad with intimate male vocals over sparse piano and warm pads; verses stay close and conversational, then chorus swells with string layers and soft toms. Subtle reverb gives a distant, stormy aura while a simple vocal harmony lifts the hook on the final repeat.