kini giliranku bicara ucapkan narasi realita apa adanya tanpa banyak drama biar jelas tanpa prasangka haruskah pemerannya kamu tokoh utama yang dipuja menutupi aib dengan rahasia biar kabur tanpa kejelasan sudah cukup aku mengeluh kini saatnya aku menjauh darah dilukaku itu karenamu yang darahnya menyebar kemana mana sepercik fakta mengenai wajahmu yang kau tuduh itu salahku haruskah pembantunya kau pesuruh yang menunggu tunjuk perintah dengan emosi merajuk biar tunduk kepada raja sudah cukup aku mengeluh kini saatnya aku menjauh darah dilukaku itu karenamu yang darahnya menyebar kemana mana sepercik fakta mengenai wajahmu yang kau tuduh itu salahku cacat dihatiku itu karenamu yang marahnya menyebar kemana mana sedikit demi sedikit membunuhku yang kau tuduh itu salahku sudah cukup aku mengeluh kini saatnya aku menjauh