(Intro) (Bunyi petikan gitar ritme khas reggae: Up-stroke chuku-chuku...)(Suara terompet dub bergemas tipis) Yo... check it out, man. Melihat realita yang ada di depan mata... Jah! Buka matamu, dengarkan irama ini... One drop beat masuk...
(Verse 1) Wujud asli kini ada di hadapanku... (Yeah!l) Kera, curut, dan juga si gajah... Cantik juga enggak, apalagi menggoda... Melihatnya... malah ingin muntah... (Lord have mercy!)
Gigi maju... bagai monyet yang nyengir... Suara menggelegar... bagai curut meronta... Tubuh yang gemuk... bagai seekor gajah... Ska-chuku-ska... santai saja...
(Chorus) Saat kau buka... congor monyongmu... (Oi! Oi!) Gigi yang tajam menakutkanku... Bagai drakula yang siap menghisap darah Raunganmu bagai serigala... Kau buntal yang tak berharga! Tong kosong nyaring bunyinya!
(Verse 2) (Bassline lebih menonjol dan berdenyut berat) Gaya lu keren... bagai seorang sultan... Tapi aslinya... mirip orang utan... (Wahai kawan!) Jangan kau tipu mata dunia... Rambut klimis tapi tingkah tak karuan...
(Chorus) Saat kau buka... congor monyongmu... Gigi yang tajam menakutkanku... Bagai drakula yang siap menghisap darah Raunganmu bagai serigala... Kau buntal yang tak berharga! Tong kosong nyaring bunyinya!
(Dub / Interlude) (Semua instrumen senyap, hanya menyisakan ketukan drum elektrik dan bass line yang bergaung tebal) Chant: Bukan sulap, bukan sihir, ya man! Tampang sultan, tapi mirip... orang utan! Tong kosong... nyaring bunyinya! Pull up! Pull up!
(Chorus - Rump / Upbeat) (Tempo sedikit lebih tegas, brass section/terompet masuk) Saat kau buka... congor monyongmu... Gigi yang tajam menakutkanku... Bagai drakula yang siap menghisap darah Raunganmu bagai serigala... Kau buntal yang tak berharga! Tong kosong nyaring bunyinya!
(Outro) Mirip orang utan... (Ya man...) Tong kosong... nyaring bunyinya...(Jah rastafari...) Wujud asli... akhirnya terbongkar... Chuku-chuku... stop. /