Paroles
Di bawah terik matahari yang panas,
Langkahmu tak pernah berhenti, tak lelah.
Bahu yang kokoh menanggung beban,
Demi keluarga, kau terus bertahan.
Tak pernah kau meminta lebih,
Hanya ingin kami hidup penuh kasih.
Di setiap doa yang kau panjatkan,
Ada harapan di malam yang sunyi.
Ayah, peluhmu jadi cahaya,
Menuntun kami di jalan bahagia.
Kau ajarkan arti dari harapan,
Meski lelah, tak kau tunjukkan.
Waktu berlalu, rambutmu memutih,
Tapi cintamu tak pernah beralih.
Setiap keringat adalah janji suci,
Untuk pastikan kami tetap berdiri.
Langit mungkin tak selalu cerah,
Tapi kau tak pernah menyerah.
Ayah, kau pahlawan tanpa sayap,
Yang mengorbankan mimpi tanpa pamrih.
Ayah, peluhmu jadi cahaya,
Menuntun kami di jalan bahagia.
Kau ajarkan arti dari harapan,
Meski lelah, tak kau tunjukkan.
Saat ku jatuh, kau yang pertama memeluk,
Memberi kekuatan saat ku rapuh.
Kini tiba waktuku berjuang,
Meneruskan semua yang kau genggam.
Ayah, setiap peluhmu jadi kisah,
Tentang cinta yang tak pernah lelah.
Kau ajarkan kami bertahan,
Hingga mimpi tak lagi jadi angan.
Peluh dan doa di setiap malam,
Itulah cinta yang kau tanam.
Ayah, selamanya kau di hati,
Pengorbananmu takkan terganti.