(Verse 1) Senja runtuh, seolah langit menangis diam Aku terkapar dalam badai yang tak pernah reda Kau ibarat bayang yang sirna di ujung pandang Sementara aku hanyalah angin, tak pernah kau rasa Lukaku dalam, seakan ditikam mentari tenggelam Kau lengah tak terjamah, hatiku perlahan karam Di balik tirai dusta, kau sembunyikan makna Aku tersesat di antara harapan yang tinggal angan belaka (Chorus) Senja dalam dogma, cinta ini seperti pelita di tengah badai Menyala namun tak mampu menghangatkan hati yang perih Aku hanya hujan yang jatuh di tanah tandus Sementara kau berdansa di bawah pelangi yang tak pernah kumiliki (Verse 2) Kau bagai rembulan yang setia pada malam Namun aku matahari yang tak pernah kau temui dalam gelap Cinta kita serupa kapal yang hilang arah Tersapu ombak perasaan yang tak pernah kau jangkau