(gitar blues pelan + harmonika) Kadang manusia harus hancur… agar tahu ke mana harus bersujud…
Verse 1
Aku pernah mabuk oleh ambisi mengejar terang yang palsu hingga lupa ada langit yang diam-diam selalu menungguku
Di kota yang tak pernah tidur aku kehilangan suaraku sendiri ramai manusia memanggil namaku namun jiwaku terasa asing
Pre-Chorus
Dan saat semuanya pergi… hanya Nama-Mu yang masih tinggal di hati…
Chorus
Di bawah langit taubat ini aku menangis tanpa suara meminta satu kesempatan untuk mengenal-Mu lebih dalam
Biarkan aku jatuh perlahan ke dalam cinta-Mu Tuhan karena dunia terlalu bising dan aku terlalu lelah…
Verse 2
Aku duduk bersama malam mendengar hujan bicara tentang hidup bahwa semua yang kita banggakan akhirnya akan menjadi debu
Kini aku tak ingin banyak cukup hati yang tenang dan jalan kecil menuju-Mu meski harus kulewati sendiri
Bridge
Jika luka adalah jalan pulang maka biarkan aku terluka asal jangan Kau biarkan hatiku jauh dari-Mu…
Final Chorus
Di bawah langit taubat ini aku belajar menjadi sepi agar bisa mendengar suara-Mu di dalam dada yang patah ini
Peluk aku dalam rahmat-Mu sebelum dunia selesai untukku karena hanya pada-Mu jiwa ini merasa hidup…
Outro
(lirih) Dan malam pun bersujud… bersamaku…
Estilo de música
Sufi Soul Blues Indonesia, spiritual soul blues ballad, warm analog cinematic sound, deep contemplative mood, slow emotional tempo. Deep Indonesian male vocal with thick husky raspy texture, soulful a