Letra
Intro (Vocal + musik)
Hembusan angin… menusuk,
Dingin di dinding hati.
Ingatkan aku… sebuah nama,
Sebuah nama…
Verse 1
Nama yang tertulis,
Pada janji yang ku kenal,
Tanpa pernah kita bertemu,
Tapi tersimpan di hati.
Chorus 1
Mengapa kau datang tanpa rencana,
Hancurkan sunyi lama kupeluk.
Apakah aku jatuh di waktu yang salah?
Saat janji telah terikat erat,
Aku menemukan cinta sejatiku.
Meski tak bisa genggam tanganmu,
Jalan hidupku telah ditentukan…
Tak bisa lagi berpaling.
Verse 2
Esok aku tak lagi bersamamu,
Ikatan janji di jemariku.
Tapi hatiku tetap terikat padanya,
Setiap pagi datang,
Aku seperti tak mengenalnya.
Chorus 2
Janji yang mengikat cinta,
Menahan hatiku untuk bersuara.
Hatiku adalah milikmu,
Meski bukan pilihanku.
Aku tetap harus melangkah
Di ikatan yang erat,
Sementara cinta sejati…
Harus kupendam… dan kubiarkan mati.
Middle Melody / Instrumental
(Gitar melodi panjang, orchestra + shred)
Verse 3 / Bridge
Ada janji yang tak bisa kuingkari,
Maafkan aku…
Yang kalah oleh janji dan waktu.
Aku mencintaimu sepenuh jiwa,
Namun tak bisa ku genggam.
Final Chorus (Epic)
Janji yang mengikat erat,
Membunuh rasa tanpa suara.
Aku terikat tanpa cinta,
Tak mampu tinggalkannya.
Percayalah…
Yang kupunya hanya janji, bukan cinta.
Aku khilaf pada siapa aku jatuh cinta.
Jika kau takdir yang tak bisa kugenggam,
Biarkan aku bahagiakan dia… dan mereka.
Aku hanya lelaki,
Manusia tak berdaya,
Yang kalah oleh janji… dan waktu.
Estilo de música
Intro 38–45 BPM 6/8 doom symphonic, orchestra strings + low choir, solo gitar panjang sangat beracun, screaming high notes, slow bends, vibrato lebar, menangis sebelum masuk band. [Vocal] Intro: “Hemb