Biarlah mereka yang mau bernyanyi tentang persahabatan, dan bersyukur atas penghargaannya, tetapi aku akan membawa untaian syair lirik untuk memahkotaimu, wahai musuhku! Terima kasih, terima kasih yang tak terhingga, kepadamu aku berutang Atas apa yang telah kulakukan selama hidupku melalui kebencianmu yang jujur, Apa yang mungkin gagal dilakukan oleh cinta. Aku belum pernah mendaki ketinggian yang melelahkan itu Jika aku tak mampu menahan cemoohanmu dalam ketakutan, Dan tak pernah ada daya pikat yang paling tajam yang dapat menandingi Dorongan licik dari ejekanmu. Amarahmu menyulut api dalam diriku, Yang memurnikan semua rasa puas yang tumpul, Perselisihan kita yang mematikan terhadapku telah menjadi dorongan yang tak kunjung padam dari hari ke hari.Maka, sementara seluruh dunia memuji Karunia kasih dan kesetiaan, Aku letakkan persembahan rasa syukurku Di depan kakimu, musuhku!