Letra
(Verse 1)
Di pagi hari ku melangkah malas,
Muka berantakan, tapi hati terasa malas.
Keinginan banyak, tapi ku ngelamun,
Satu tugas pun, belum selesai sempurna.
(Pre-Chorus)
Bilang ke teman, "Aku capek benar,"
Tapi di ujung sana, gaji nganggur.
Semua impian tentang hidup yang mewah,
Tapi kerjaanku, ya gitu-gitu aja.
(Chorus)
Kerja enggak becus, tapi pengen gaji gede,
Duduk di kursi empuk,pengen duit ngalir terus
Kerja santai, tapi dalam hati berdebat,
“Gimana bisa, jika usaha setengah hati?”
(Verse 2)
Google sana-sini, ngeliat peluang,
Kata orang sukses, “Waktu adalah kunci yang tahan.”
Tapi di meja, ku tetap online,
Scrolling, scrolling, mimpi tak kunjung datang.
(Pre-Chorus)
Bilang ke teman, "Aku capek benar,"
Tapi di ujung sana, gaji nganggur.
Bisa jadi superstar, tapi malas bertindak,
Akhir bulan datang, dompet tetap tipis.
(Chorus)
Kerja enggak becus, tapi pengen gaji gede,
Duduk di kursi empuk , pengen duit ngalir terus
Kerja santai, tapi dalam hati berdebat,
“Gimana bisa, jika usaha setengah hati?”
(Bridge)
, mimpi-mimpi indah dalam benak,
Tapi realita, terkadang sangat pahit.
Harusnya berjuang, dengan penuh semangat,
Tapi kadang rasa malas selalu menghantui.
(Chorus)
Kerja enggak becus, tapi pengen gaji gede,
Duduk di kursi empuk, pengen duit ngalir terus
Kerja santai, tapi dalam hati berdebat,
“Gimana bisa, jika usaha setengah hati?”
(Outro)
Mengubah pola, ayo berjuang sama-sama,
Tak ada yang instan, semua perlu usaha.
Kerja bukan asal, tapi harus berambisi,
Baru nanti gaji, bakalan bikin hati berseri.