Ternyata tak hanya di kotaku angin mampu Menyihir kerikil sebagai gumpalan pasir Dan menciptakan air mata terus mengalir Di kotaku yang gersang dan datar Angin ibarat kepala ular belukar Runcing dan bertaring Selalu menjulurkan lidahnya ke udara Dan di kotamu badannya membentanq Meliuk-liuk seperti kelokan jalan Melingkar di sepanjang lereng bukit Ekornya terus mengibas memangkas pepohonan Di kota kita angin adalah kebenaran Seperti kulit ular selalu muda Dan telah menielma diri kita bersama