Text
[Intro — Suling dan kecapi bersahutan pelan, gong tunggal mengawali, 8 bar]
[Verse 1 — Mbok Sirni, gelisah mencari]
Kususuri hutan yang tak pernah kutuju
Mencari seorang bijak yang konon sakti
Kubawa harapan terakhir yang tersisa
Untuk selamatkan anak yang paling kucintai
[Verse 2 — Bertemu Pertapa]
Di goa sunyi kutemukan cahaya
Seorang tua duduk tenang dalam diam
Kuceritakan semua kisah dan air mata
Ia mendengar tanpa sepatah pun kata
[Spoken/Chant — Pertapa, bijaksana & tenang]
(deep calm spoken-sung)
Jangan takut, wanita yang setia...
Alam semesta akan membantu yang berjuang...
[Pre-Chorus]
Diambilnya empat bungkusan kecil
Diserahkan dengan penuh makna
"Ini bukan sekadar benda biasa
Ini adalah harapan yang harus dijaga"
[Chorus — Pertapa menjelaskan, ritmis & bertahap]
Biji mentimun, tuk ladang yang menghalangi
Jarum yang tajam, tuk hutan bambu berduri
Garam yang putih, tuk lautan yang luas
Dan terasi terakhir, tuk lumpur yang menjerat
Bawalah ini, jangan kau ragu
Saat bahaya datang, kau tahu waktunya
Setiap bungkusan punya kekuatan sendiri
Percayalah pada diri, percayalah pada hati
[Verse 3 — Mbok Sirni pulang, tekad membulat]
Kupeluk keempat bungkusan itu erat
Kuselipkan dalam kain, kubawa pulang cepat
Kupanggil anakku, kuajarkan semua
Tentang apa yang harus dilakukannya nanti
[Bridge — Modal shift dari minor ke major, tempo mulai naik]
Tak ada lagi rasa takut yang membeku
Yang ada hanya tekad tuk melindungimu
Meski jalan di depan penuh bahaya
Aku percaya kau kan mampu melaluinya
[Chorus — versi penuh, lebih megah, choir masuk]
Biji mentimun, tuk ladang yang menghalangi
Jarum yang tajam, tuk hutan bambu berduri
Garam yang putih, tuk lautan yang luas
Dan terasi terakhir, tuk lumpur yang menjerat
Bawalah ini, jangan kau ragu
Saat bahaya datang, kau tahu waktunya
Percayalah pada diri, percayalah pada hati
[Outro — Musik memuncak lalu mereda, menyisakan detak kendang yang mempercepat, transisi ke lagu #8]
(kendang semakin cepat, seperti detak jantung yang bersiap untuk berlari)
Musikstyle
Indonesian folk spiritual, mystical and sacred atmosphere, medium tempo building steady resolve, kendang and suling duet, gentle gong accents, kecapi or sasando-like plucked strings, deep wise male vo