Di antara riuh rendah, tawa lepas kuncup Aku berdansa, memutar tubuh Seolah tak ada duka, tak ada pilu Padahal hatiku, sepi menjerit pilu Tawa keras, menutupi luka yang dalam Senyum lebar, menyembunyikan kepedihan Aku bagai badut, dalam pesta malam Menari-nari, dalam kesendirian Banyak teman, namun jiwa terasa hampa Kata-kata manis, tak mampu menenangkan Aku tenggelam, dalam lautan tanpa makna Mencari kasih sayang, yang tak kunjung datang Di balik topeng gembira, aku merindu Sentuhan hangat, pelukan yang merayu Ingin sekali ku menangis sejadi-jadinya Namun air mata, enggan menyapa Aku takut, jika mereka tahu Bahwa di balik tawa, ada hati yang rapuh Maka kusimpan rapat, rahasia ini Dalam kedalaman jiwa, yang hanya ku yang tahu