Verse 1: Aku akan bertamu ke rumah kenangan tak berpenghuni. Menyusuri lagi ruang-ruang sunyi; masa lalu usang yang sempat lama bersemi.
Chorus: Tapi jika sendiri, sepertinya di sana sungguh akan sangat sepi. Bagaimana jika kau kukirimkan surat undangan lewat merpati? Bukan sok romantis berlaku layaknya manusia zaman bahari. Tapi karena kau sudah memblokir semua jalur komunikasi.
Verse 2: Di secarik surat yang lengkap dengan materai. Akan kutulis ajakan untuk menikmati dua cangkir kopi. Lalu di bawahnya akan ada tanya yang kuberi, "Berkenankah kau datang mengunjungi rumah kenangan dalam rangka bersilaturahmi?"
Pre-Chorus: Aku akan bertamu ke rumah kenangan tak berpenghuni. Menyusuri lagi ruang ruang sunyi; masa lalu usang yang sempat lama bersemi.
Chorus: Tapi jika sendiri, sepertinya di sana sungguh akan sangat sepi. Bagaimana jika kau kukirimkan surat undangan lewat merpati? Bukan sok romantis berlaku layaknya manusia zaman bahari. Tapi karena kau sudah memblokir semua jalur komunikasi.
Outro: Rumah kenangan yang sepi. Akan kukunjungi dengan penuh arti. Meski kau tak lagi peduli. Kuyakinkan kenangan kita akan selamanya bersemi.